Turki Setuju Hentikan Serangan di Suriah, Wall Street Menguat

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mampu mengakhiri pergerakannya pada perdagangan Kamis (17/10/2019), di zona hijau didukung laporan kinerja perusahaan yang melampaui ekspektasi dan perkembangan geopolitik.

Turki Setuju Hentikan Serangan di Suriah, Wall Street Menguat

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mampu mengakhiri pergerakannya pada perdagangan Kamis (17/10/2019), di zona hijau didukung laporan kinerja perusahaan yang melampaui ekspektasi dan perkembangan geopolitik.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,28 persen di level 2.997,95, indeks Nasdaq Composite menanjak 0,4 persen ke level 8.156,85, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,09 persen di posisi 27.025,88.

Inggris dan Uni Eropa akhirnya dikabarkan mencapai kesepakatan soal keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Ini menjadi progres terbaru dari ketidakpastian soal Brexit yang telah berkepanjangan selama sekitar tiga tahun setelah warga Inggris memilih untuk meninggalkan blok tersebut.

Ada pula pernyataan optimistis dari pemerintah China dan AS yang mendorong harapan bahwa perjanjian bertahap dapat meredakan perang dagang kedua negara ini yang telah menggoyang pasar selama lebih dari satu tahun terakhir.

Pada saat yang sama, Turki dikabarkan setuju untuk menghentikan serangan di Suriah, sehingga memungkinkan ditariknya pasukan Kurdi.

“Gencatan senjata Turki dipandang positif. Kabar baik bagi Trump adalah berita baik bagi pasar,” ujar Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities, San Francisco.

“Dari perspektif investasi, pasar menyukai agenda Trump," lanjutnya.

Di sisi lain, para analis saat ini memperkirakan laporan laba perusahaan S&P 500 kuartal ketiga akan turun 2,9 persen, menurut data Refinitiv I/B/E/S. Ini akan menandai kontraksi pertama sejak resesi laba yang berakhir pada pertengahan 2016.

Meski demikian, dari 63 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil kuartal ketiga sejauh ini, 82,5 persen di antaranya mampu mengalahkan ekspektasi.

Morgan Stanley melengkapi laporan kinerja bank-bank besar dengan laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh perdagangan obligasi dan kekuatan M&A, sehingga membawa sahamnya naik 1,5 persen.

Sementara itu, saham pelopor layanan streaming Netflix Inc naik 2,5 persen setelah perusahaan melaporkan rebound jumlah pelanggan pada kuartal ketiga.

“(Hasilnya) sudah bagus, tetapi kita belum benar-benar mendapatkan poin data yang cukup untuk melihat bagaimana kinerja keuangan dibandingkan dengan ekspektasi. Coba nanti kita lihat Google, Amazon, Facebook, dan Deere,” tambah Massocca.

Di sisi ekonomi, rilis serentetan data tampak mendukung gagasan bahwa periode ekspansi terpanjang dalam sejarah AS bisa kehabisan tenaganya. Data permulaan perumahan, produksi industri, dan output pabrik mid-Atlantik tidak memenuhi ekspektasi para ekonom.

Pergerakan Bursa Wall Street 17 Oktober

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.025,88

+0,09

S&P 500

2.997,95

+0,28

Nasdaq

8.156,85

+0,4

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street, suriah