Tingkatkan Pelayanan Transportasi, Aceh Bangun Pusat Kendali Bus

Ruang pusat kendali ini dilengkapi dengan layar video yang terhubung dengan cctv dan layanan digital lainnya yang ada pada halte dan Bus Trans Koetaradja.

Tingkatkan Pelayanan Transportasi, Aceh Bangun Pusat Kendali Bus

Bisnis.com, BANDA ACEH - Dinas Perhubungan Provinsi Aceh membangun ruang pusat kendali Bus Trans Koetaradja berbasis digital.

Ruang pusat kendali ini dilengkapi dengan layar video yang terhubung dengan cctv dan layanan digital lainnya yang ada pada halte dan Bus Trans Koetaradja.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, sistem yang ada di ruang pusat kendali bus ini akan membantu kinerja pemerintah dalam meningkatkan layanan transportasi publik ke masyarakat. Melalui sistem tersebut, kinerja Bus Trans Koetaradja menjadi lebih terpantau.

"Pemanfaatan teknologi ini merupakan upaya kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan demikian, keluhan terhadap sistem transportasi dapat ditangani dengan cepat, sehingga para pengguna jasa merasa aman dan nyaman," kata Nova Iriansyah di Banda Aceh, Selasa (24/12/2019).

Nova mengatakan, transportasi umum bus Trans Koetaradja sejak empat tahun terakhir kerap menjadi transportasi favorit masyarakat Kota Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, guru hingga ibu rumah tangga.

Konektivitas Trans Koetaradja juga terbilang luas dengan 131 halte yang tersebar di berbagai tempat. Saat ini, jarak tempat bus antar halte sekitar 15 menit sekali. Trans Kutaraja memiliki lima koridor yang melayani berbagai rute dalam Kota Banda Aceh, termasuk dari Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar dan pelabuhan Ulee Lheue Kota Banda Aceh.

"Mengingat tingginya kebutuhan, pelayanan angkutan ini mutlak harus kita tingkatkan. Dalam jangka panjang kita harapkan Trans Kutaraja ini dapat melayani semua wilayah strategis di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar," tambah Nova.

Selain meresmikan ruang pusat sistem kendali Bus Trans Koetaradja, Dishub Aceh juga mendapat tambahan 12 unit bus Trans Koetaradja yang dilengkapi sistem monitor operasional jarak jauh. Kehadiran teknologi itu, sebut Nova, menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk menerapkan teknologi informasi dalam setiap pelayanan publik.

Di samping itu, Nova meminta agar Dinas Perhubungan Aceh melakukan survei kepuasan konsumen secara berkala sebagai bahan evaluasi. Dengan begitu, kehadiran teknologi dinilai tidak hanya mendukung sistem tapi juga meningkatkan kepuasan pengguna jasa.

Pemerintah Aceh juga menghimbau kepada masyarakat Kota Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar untuk memanfaatkan fasilitas angkutan umum Trans Koetaradja untuk mengurangi penggunaan angkutan pribadi dan membantu kelancaran lalu lintas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aceh, terminal bus