Kim Jong-un Inspeksi Kapal Selam Baru Korea Utara

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menginspeksi kapal selam baru yang akan segera dikerahkan ke perairan antara semenanjung Korea dan Jepang, menurut Korean Central News Agency.

Kim Jong-un Inspeksi Kapal Selam Baru Korea Utara

Kabar24.com, JAKARTA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menginspeksi kapal selam baru yang akan segera dikerahkan ke perairan antara semenanjung Korea dan Jepang, menurut Korean Central News Agency.

Langkah ini muncul ketika pemerintahan Korut berusaha meningkatkan kemampuannya untuk meluncurkan rudal dari kapal selam.

Laporan dari kantor berita pemerintah Korut tersebut tidak menyebut apakah kapal selam tersebut mampu membawa rudal balistik yang dapat mengancam negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang.

Kim telah menggunakan pengujian dan penyebaran senjata dalam beberapa bulan terakhir untuk mengingatkan kekuatan militernya, di tengah terhentinya pembicaraan tentang penghentian program nuklirnya.

KNCA melaporkan Kim melihat sebuah kapal selam baru yang akan dikerahkan segera di lepas pantai timur negara.

"Kim menekankan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dengan mengarahkan upaya besar untuk pengembangan senjata dan peralatan angkatan laut seperti kapal selam," lapor KNCA, seperti dikutip Bloomberg.

Armada Besar

"Militer kami memantau situasi dengan cermat, meskipun kami meminta maaf bahwa kami tidak dapat mengkonfirmasi rincian lebih lanjut," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Choi Hyun-soo, Selasa (23/7).

Korea Utara memiliki salah satu inventaris kapal selam terbesar di dunia, dengan armada yang berjumlah 64 hingga 68 kapal. Hampir seluruh kapal selam adalah kapal kecil yang digunakan untuk patroli pantai dan spionase, menurut laporan Nuclear Threat Initiative (NTI) pada Oktober 2018, yang diketuai bersama oleh mantan Menteri Energi AS Ernest Moniz dan mantan Senator Sam Nunn.

NTI mengugkapkan Korut memiliki satu kapal selam rudal balistik. Korut juga tampaknya telah mulai membangun kapal selam kelas 3.000 ton yang dapat membawa tiga atau empat rudal balistik, lapor surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo pada bulan April, mengutip seorang pejabat militer Korea Selatan.

Korut memiliki ratusan rudal balistik nuklir darat yang dikerahkan di sekitar wilayahnya, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dapat menyerang wilayah AS. Pada 2016, Korut meluncurkan rudal balistik dari kapal selam di lepas pantai timur yang terbang sekitar 500 kilometer, menurut kementerian pertahanan Korea Selatan.

Kim telah menahan diri dari pengujian ICBM sejak 2017 karena berlangsungnya pembicaraan perlucutan senjata nuklir dengan Presiden AS Donald Trump. Setelah KTT pada bulan Februari antara keduanya di Hanoi gagal menemui tanpa kesepakatan, Kim dan Trump mengadakan pertemuan bersejarah Juni di perbatasan antara kedua Korea, dan sepakat untuk memulai kembali pembicaraan tingkat kerja.

Pekan lalu, Korea Utara memperingatkan bahwa latihan militer AS-Korea Selatan yang akan datang dapat membahayakan pembicaraan baru, dengan mengatakan bahwa Trump berjanji untuk menunda latihan militer tersebut.

Kim telah meminta diakhirinya sanksi yang menekan ekonominya dan mengancam akan mengambil langkah baru jika pemerintahan Trump tidak mengubah arah dengan pandangannya bahwa pemimpin Korut harus terlebih dahulu melucuti senjata sebelum menerima pencabutan sanksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kim jong un